Senin, 09 Desember 2013

Kisah Nyata Seorang Bocah Bersahabat dengan Tuhan Yesus


Sebuah kisah yang membuat kita sadar bawa sekecil apapun iman kalian tetapi jikalau kamu mau bersahabat, selalu berpenggang teguh bersama-Nya.. Dia tak kan pernah meninggalkan kita...
 

Kediri adalah sebuah kota yang masuk dalam wilayah administrasi Propinsi Jawa Timur, di daerah tersebut ada satu pabrik rokok terbesar , mungkin inilah yang menyebabkan kota ini tampak menonjol dan relative lebih dinamis bila dibandingkan tetangganya Blitar yang dari dulu tidak terlihat perubahannya
Namun di kota yang kecil ini terdapat kompleks wisata rohani Katolik, suatu tempat yang disebut Puhsarang (penduduk setempat kerap menyebutnya Pohsarang). Di tempat tersebut ada seorang bocah, Kristian atau yang sering di sapa Kris, saat ini dia duduk di kelas 3 SD, untuk berangkat ke sekolah dia melintasi daerah tanah yang berbatuan

SETIAP PULANG SEKOLAH

Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, bocah ini menyempatkan untuk mampir sebentar ke Gereja yang berjarak 100 meter dari rumahnya hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakan bocah ini selalu diamati oleh seorang Pastor yang bertugas di Gereja St Yosef, Puhsarang yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu, Kris? Apakah kamu akan ke sekolah?”
“Ya, Pastor” balas Kris dengan senyumnya yang menyentuh hati Pastor tersebut. Dia begitu memperhatikan Kris setiap hari dan suatu hari, waktu Kris pulang dari sekolah, Pastor pun menjumpainya di Gereja.
“Selamat siang Kris” sapa Pastor
“Selamat siang Pastor” balas sapa Kris
“kanapa kamu tidak langsung pulang ke rumah?”
“Aku ingin menyapa kepada sahabatku dulu Pastor”
Dan Pastor tersebut meninggalkan Kris untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi Pastor tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Kris kepada Bapa di Surga.
“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya.
Aku makan sepotong singkong rebus. Orang tuaku hanya menyediakan singkong rebus ini, sekali lagi terima kasih buat singkong rebus ini, Tuhab Yesus.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa paling, tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
Oh, ya.. Engkau tahu juga kalau Ibu ku suka marah karena aku sering terlambat, hanya untuk menyapaMu saja, ini memang menyakitkan hati ku Tuhan, tapi aku tahu sakit hati ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang ibu.
Oh, Tuhan.. aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik di kelasku, namanya Anit. Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga palingtidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku, Oooops.. aku harus pulang sekarang untuk membantu ibu ku di rumah.”
Kemudian Kris segera berdiri dan memanggil Pastor untuk berpamitan..
“Pastor . . . Pastor . . . aku sudah selesai dan mau pulang ke rumah!, selamat siang Pastor semoga harimu menyenangkan”
Kegiatan itu berlangsung setiap hari, Kris tidak pernah absen sekalipun, Pastor Antonius, SVD berbagi cerita ini kepada umat atau jemaat yang setiap ia jumpai, karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan, suatu pandangan positif dalam situasi yang negative.


TERTABRAK

Pada suatu hari, Pastor Antonius jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit, sehingga tidak bisa memimpin gereja dan di rawat di rumah sakit.
Gereja tersebut diserahkan kepada Pastor lainnya untuk memimpin misa tersebut. Seusai misa umat yang ikut misa pun berdoa dan ketika mereka sedang berdoa, Kris pun menyapa “Halo Tuhan..Aku..”
Semua orang yang berdoa terhenti dan menoleh ke arah Kris, dan tiba-tiba seorang umat yang terusik dengan kehadiran Kris menarik ke arahnya dan menyuruhnya untuk keluar Gereja.
“Keluar dan pulanglah kamu, bocah!” , Kris tidak punya pilihan lain kecuali berjalan pulang sendirian menyebrangi jalan di depan Gereja. Lalu dia menyebrang, tiba-tiba sebuah motor melaju dengan kencang, karena jalan depan Gereja menanjak dan menikung, Kris pun mengusap air matanya dan menundukkan kepalanya sambil berjalan sehingga dia tidak melihat datangnya motor tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar, dan Kris pun tertabrak dan tewas seketika di tempat kejadian..
Orang-orang di sekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata datang dan memeluk bocah malang tersebut, semua orang penasaran dan bertanya , “Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata, “Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan.
Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduannya menghilang. Orang-orang yang ada di sekitar tersebut semakin penasaran dan takjub.
Keesokannya Pastor Anton pun menerima berita yang sangat mengejutkan, tujuh hari setelah perawatannya dari rumah sakit, diapun berkunjung ke rumah Kris untuk memastikan pria misterius bejubah putih tersebut, setibanya di rumah Kris. Pastor itu bertemu dengan kedua orang tua Kris.
“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?”
“Seseorang pria berjubah putih yang membawanya kemari, sepertinya dia begitu mengenal Kris dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Kris dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu . .” Ucap ibu Kris terisak.
“Apa yang dikatakan??” Tanya Pastor Anton
“Dia berkata kepada putraku . . .” ujar san ayah. “Engkau akan bersamaku.” Tapi, lanjut Ayah Kris bertanya ke Pastor Anton “Siapakah pria itu?”
Pastor Anton tiba-tiba meneteskan air matanya di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik, “Selama ini Kris selalu datang ke Geraja dan ia selalu menyapa dan berbicara kepada Tuhan”